Lagu Rohani pada Kegiatan Misa dan Kebaktian

Lagu rohani merupakan jenis lagu yang dibuat guna menunjukkan keyanin dirinya kepada Tuhannya. Yesus merupakan Tuhan bagi bangsa Yahudi yang dipercaya sebagai penolong di dalam hidup. Lagu rohani berupa doa dan pujian kepada Tuhan. Lagu tersebut juga dapat berupa kidung dengan bentuk yang berbeda-beda. Pembuatan lagu, penampilan, makna lagu dan signifikasi dibuat berbeda-beda tergantung pada kondisi sosial budaya yang hidup di tengah masyarakat. Lagu rohani ditampilkan dengan tujuan kenikmatan estetis dan religius. Lagu atau musik rohani hadir pada setiap upacara keagaman dan memberikan nilai komersial. Misa dan kebaktian merupakan salah satu acara penting bagi umat yang percaya akan keberadaan Yesus. Di acara tersebut, lagu rohani menjadi jenis lagu yang akan selalu ada dan dinyanyikan oleh jamaahnya.

Lagu kebaktian dan misa menetapkan ekaristi liturgi pada bagiannya. Pengaturan lagu rohani sendiri kebanyakan hadir dengan menggunakan bahasa latin yang merupakan bahasa tradisional dari gereja Katolik Roma, Meskipun begitu, ada pula bahasa yang digunakan pada lagu rohani umat Kristen, yakni bahasa Yahudi. Bahasa pada setiap lagu kebaktian dan misa disesuaikan dengan bahasa yang digunakan oleh negara tertentu guna memudahkan umatnya untuk menghapal dan menyanyikannya. Lagu untuk kepentingan misa dapat dinyanyikan secara acapella. Selama prosesnya, nyanyian hanya menggunakan suara manusia saja. Untuk melengkapinya, obbligato menjadi instrumen yang dapat digunakan. Pada umumnya, komposisi untuk lagu rohani misa disajikan dalam 5 bagian, diantaranya:

  1. Kyrie
  2. Credo
  3. Gloria
  4. Agnus Del
  5. Sanctus
    Peran lagu dan musik rohani adalah sebagai pujian, sebagai alat proklamasi, sebagai doa, karunia Tuhan dan sebagai cerita. Lagu rohani merupakan ungkapan hati seseorang atas keberadaan Yesus di kehidupannya. Lagu rohani terdiri dari musik instrumental, paduan suara dan nyanyian jemaat. Kesmua lagu merupakan ungkapan atas kepercayaan iman yang dipeluknya. Nyanyian jemaat adalah nyanyian komunitas yang mudah untuk dinyanyikan. Untuk menyanyikannya sendiri ada banyak cara untuk dilakukan seperti alternatim, cantus firmus, diskantus, antiphonal dan responsorial. Paduan suara menjadi sosok yang menyanyikan lagu-lagu rohani. Paduan suara tersebut merupakan kelompok orang yang menyanyikan lagu-lagu rohani. Fungsi keberadaan paduan suara dalam menyanyikan lagu rohani adalah:
    a. Menuntun para jemaah untuk menyanyikan lagu bersama
    b. Sebagai penyambung pengucapan doa dan syukur kepada Tuhan
    c. Mengiringi jemaah untuk melakukan perjamuan, prosesi dan persembahan
    d. Melakukan kerja sama dengan para pemusik dalam melayani ibadah

    Jenis lagu yang paling tepat untuk beribadah adalah lagu yang tidak mengalihkan diri kita kepada Tuhan. Jika menemukan musik dan lagu yang hanya sekedar memberikan kepuasan hati, kita perlu mempertanyakannya. Kesakralan dalam beribah perlu dilakukan dengan baik. Kemurnian akan ajaran Tuhan Yesus juga perlu dipertahakan. Dari dahulu hingga masa sekarang ini, seoang filsuf membagi masyarakat menjadi 2 kelompok, yakni budak dan masyarakat bebas yang tinggi akan budaya. Budak atau masyarakat budaya rendah hanya menyukai lagu yang memuaskan jiwa dan hati saja. Masyarakat dengan budaya yang tinggi justru menilai musik sebagai penghibur hati, mampu menyeimbangi jiwa dan dapat merangsang rasa kepahlawanan. Lagu rohani tidak hanya untuk memberikan hiburan kepada telinga saja melainkan untuk ketenangan jiwa yang bersifat kognitif. Karena itulah, banyak musisi ternama masa ini yang menyanyikan lagu-lagu rohani di dalam albumnya. Salah satu musisi terkenal tersebut adalah Lenny Kravit