Informasi Menarik Tentang Lagu Yahudi di Abad ke-19 hingga 20

Aliran musik berbahasa Yahudi memiliki ciri khas tersendiri dalam sudut pandang yang berbeda. Terutama di abad ke-19 yang pada saat itu diadopsi oleh penyusun paduan suara dari Mantua, Salamone Rossi (1570 – 1630). Ia berhasil menciptakan karya berjudul “The Song of Solomon” yang berdasarkan alkitabiah Yahudi dan teks liturgi.

Namun beberapa musisi ternama asal Yahudi di era itu menciptakan lagu dan aliran musik yang tidak bernuansa Yahudi. Salah satunya musisi, Peter Gradenwitz menyebut bahwa sejak periode itu dan selanjutnya bukan lagi waktunya untuk mengabadikan musik Yahudi. Akan tetapi semua aliran musik lebih menjuru tentang para master Yahudi.

Pada tahun 1819-1880, muncul seorang putra dari musisi tradisional Yahudi ternama, Jacques Offenbach. Menariknya, Ia pun sama sekali tidak membawakan aliran musik Yahudi ke dalam semua lagu ciptaannya. Tak hanya dirinya, musisi lain pun juga begitu seperti yang dilakukan cucu Filsuf Yahudi, Moses Mendelssohn yakni Felix Mendelssohn. Walaupun dirinya merupakan penganut kristen, namun Ia malah melenceng dari agamanya dalam membawakan aliran musik. Dalam ciptaannya, Ia tampak tidak mencantumkan bahasa Yahudi pada semua album.
Era Baru Lagu Yahudi Pada Seni Musik

Di akhir abad ke-19, telah banyak muncul sejumlah komposer Yahudi kenamaan yang berhasil melantunkan lagu nasional Yahudi dengan segala aliran berbeda. Hal tersebut terjadi pada awal abad ke-20, dimana pimpinan lulusan Konservatorium St. Petersburg dan komposer-kritikus, Joel Engel sukses membangun lantunan musik Yahudi hingga menerbitkan berbagai genre. Pada awalnya, Ia telah mendapatkan inspirasi dari gerakan nasionalis Rusia. Kemudian dirinya pergi mengitari suatu desa kaum Yahudi di Rusia, Shtetls.

Dalam perjalanannya, Engel melakukan proses perekaman terhadap ribuan lagu dan ratusan album rakyat Yiddish. Seperti diketahui, ribuan lagu tersebut terlantun dalam suatu instrumen dan ansambel vokal. Sementara aliran musik yang mereka ciptakan lebih banyak mengarah pada perpaduan antara melodi dan melankolis krekshten dari desa tersebut.
Kemunculan musik nasional Yahudi tersebut tidak hanya terjadi di Rusia saja. Akan tetapi banyak komposer ternama dari Eropa Barat yang berminat untuk menumbuhkan akar musik tersebut. Sehingga mereka pun berlomba – lomba untuk merilis alunan lagu dan seni bertema Yahudi. Seperti yang diciptakan komposer Swiss, Ernest Bloch tahun 1880 – 1959. Dirinya hijrah ke Amerika Serikat seraya merubah lantunan orkestra dan cello menjadi Schelomo. Kemudian menjadikan piano dan biola sebagai Suite Hebraique. Setelah itu Ia pun sukses menggambarkan perpaduan musik antara solois, paduan suara hingga orkestra.

Dalam tafsirannya, Ia menerangkan bahwa Ia sama sekali tidak memiliki tujuan atas pribadinya dalam mereinkarnasi musim Yahudi. Sebab Ia ingin merekonstitusi musik Yahudi lantaran menemukan aliran melodi yang kurang mengalir indah dan terlihat tidak orisinal. Dirinya bukan ahli arkeolog, tak lain adalah jiwanya sangat melekat dengan aliran Yahudi. Sehingga cintanya terhadap Yahudi sangat tidak bisa ditangguhkan.

Di satu sisi pada tahun 1892 – 1974, musisi kenamaan dari Aix-en-Provence, Darius Milhaud telah terpengaruh dengan karakter dan aliran musik Yahudi. Ia pun semakin mengembangkan lagu ciptaannya hingga berhasil mendapatkan hati para penggemar. Kemudian seorang komposer asal Italia, Mario Castelnuovo-Tedesco (1895 – 1959) melakukan perantauan ke Amerika Serikat. Ia pun terpengaruh oleh pendidikan Sephardic Yahudi. Pada akhirnya Ia pun menciptakan alunan lagu bahasa Yahudi serta menyumbangkan karya seninya dalam paduan suara berbahasa Ladino.